Waterproofing bukan hanya soal memilih bahan yang dapat menahan air. Sistem yang baik harus disesuaikan dengan kondisi permukaan, tingkat paparan cuaca, pergerakan struktur, serta detail seperti sudut, floor drain, sambungan, dan penetrasi pipa.

Sebelum aplikasi, permukaan sebaiknya diperiksa dan dibersihkan dari debu, minyak, lapisan rapuh, serta material yang dapat mengganggu daya lekat. Retak atau bagian beton yang rusak juga perlu ditangani terlebih dahulu sesuai kondisi lapangan.

Untuk area atap dan dak beton, perhatikan pula kemiringan dan jalur pembuangan air. Lapisan waterproofing yang bagus tetap akan bekerja lebih optimal jika air tidak terus-menerus menggenang di satu titik.

Pada tahap akhir, ikuti data teknis dan petunjuk aplikasi dari produsen. Ketebalan, waktu tunggu antarlapis, kondisi cuaca, serta kebutuhan primer dapat berbeda antara satu sistem dengan sistem lainnya.

Catatan: Informasi teknis dan metode aplikasi harus mengikuti data teknis produk serta kondisi proyek masing-masing.